Minggu, 23 Jun 2024
  • SDIT Thariq Bin Ziyad Membangun Pribadi Shaleh & Cerdas
TUTUP MENU

BELAJAR BUDAYA DAERAH, ANGKLUNG DAN TEKNOLOGI DI BANDUNG

Siswa-siswi kelas 5-6 SDIT Thariq Bin Ziyad baru saja melaksanakan Rihlah Ilmiah sebagai bagian dari pembelajaran yang dilakukan di kelas. Melalui Rihlah Ilmiah menunjukan bahwa di SDIT Thariq Bin Ziyad Jatimulya pembelajaran tidak hanya dilakukan di kelas, tapi juga di luar kelas.

Tahun ini tujuannya adalah Saung Angklung UDJO Bandung dan Puspa IPTEK Sundial yang berada di Kotabaru Parahiyangan Padalarang. Dari dua lokasi yang dituju kita dapat mengetahui pembelajaran apa yang akan didapat dari sana. Saung Angklung misalnya telah berdiri sejak tahun 1966, didirikan oleh sepasang suami-istri seniman yang bergerak di bidang seni tradisi yakni angklung. Ternyata angklung terus berkembang bahkan bisa berkolaborasi dengan alat musik modern.

Saat menikmati dan merasakan langsung alat angklung para siswa dan siswi juga bertemu dengan turis asing dari Jerman yang ikut serta bermain angklung. Mereka terlihat sangat menikmati angklung dan tarian khas Sundanya. Bahkan bersama rekannya turis itu bisa bermain silat di hadapan hadirin.Hal ini menunjukan bahwa seni tradisi kita sudah diterima juga oleh manca negara dan bisa beradaptasi dengan budaya negara lain.

Dengan bermain angklung para siswa-siswi dilatih kecerdasan intelektualnya, emosionalnya dan spiritualnya. Saat bermain angklung bersama yang dipandu oleh seorang instruktur terlihat seru dengan menyanyikan lagu-lagu anak dan lagu dari berbagai darah serta lagu nasional.

Diseluruh area Saung UDJO (yang ternyata nama itu juga adalah akronim dari Ulet, Disiplin, Jujur dan Optimis) banyak sekali ornamen bambu, sehingga peradaban atau budaya bambu itu sangat tepat untuk dilestarikan di tengah-tengah kehidupan modern seperti saat ini.

Sedangkan di Puspa Iptek Sundial selain mencoba berbagai alat dan dasar-dasar teknologi mereka juga melakukan praktek membuat gantungan kunci dari bahan alami dan bahan kimia. Hal ini merupakan nilai tambah dari Rihlah Ilmiah kelas 5 dan 6. Semoga bisa diikuti juga oleh adik-adik kelas lainnya yang akan tidak lama lagi melakukan Rihlah Ilmiah ke tujuan yang berbeda sesuai dengan materi pembelajarannya yakni kelas 3 dan 4, serta kelas 1 dan 2 akan menyusul kemudian. [DM]

Post Terkait

1 Komentar

[…] Baca juga : BELAJAR BUDAYA DAERAH, ANGKLUNG DAN TEKNOLOGI DI BANDUNG […]

Balas

KELUAR